Ulama Pekerja Di Masa Depan

Pengertian Ulama – Bagaimana Cara Ulama Pekerja Di Masa Depan yang Profesional

A. Pengertian Ulama

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) disebutkan bahwa Pengertian ulama adalah orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam. Ulama yang berarti seorang yang berilmu dalam pengetahuan agama Islam, secara garis besar dibagi menjadi 2 macam profesi, yaitu: al-wa’idh dan al-faqih.

1. Al-wa’idh

Al-wa’idh adalah seorang yang lebih banyak mendedikasikan dirinya untuk memberikan pesan-pesan moral yang berlandaskan pada ajaran agama. Contoh profil yang paling populer sebagai al-wa’idh di Indonesia adalah Zainuddin MZ, Abdullah Gymnastiar, Jefry al-Bukhari, dan Ahmad al-Habsyi. Dengan kemampuan retorika yang dikembangkan dan dilatih selama bertahun-tahun, mereka bisa membuat orang banyak terkesima menyimak uraian materi yang mereka bawakan. Dengan mudahnya mereka membuat orang banyak menangis tersedu-sedu, ataupun tertawa terbahak-bahak.

Di negeri-negeri Timur Tengah pada umumnya pengajian yang diisi oleh al-wa’idh itu dilaksanakan secara khusyuk dan serius. Sedangkan di negeri kita pada umumnya pengajian yang diisi oleh al-wa’idh itu dilaksanakan secara santai dan penuh canda-tawa. Mungkin saja hal ini karena pola kehidupan pada masing-masing negeri yang berbeda. Dalam hal makanan misalnya, kaum muslim Timur Tengah lebih mementingkan gizi daripada rasa, sementara kaum muslim tanah air lebih mementingkan rasa daripada gizi.

2. Al-faqih

Adapun al-faqih adalah seorang yang lebih banyak mendedikasikan dirinya untuk memberikan penjelasan hukum syariat. Contoh profil yang paling populer sebagai al-faqih di Indonesia adalah A. Hassan, Sahal Mahfudh, Mu’ammal Hamidi. Khusus di Indonesia, para faqih (fuqaha’) pernah diharapkan bisa diwadahi dalam Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

Di Indonesia pengajian umum yang khusus membahas syariat jarang ditemukan. Tapi sekali sebuah masalah difatwakan, biasanya mengundang kontroversi yang luas, seperti fatwa haramnya rokok. Boleh jadi hal ini dikarenakan pengetahuan dasar tentang syariat yang amat beragam di kalangan kaum awam.

Tidak semua wa’idh itu faqih

Tidak semua orang yang pandai berceramah itu ahli di bidang syariat. Oleh karena itu, seharusnya masyarakat tidak menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan syariat kepada wa’idh. Boleh jadi seorang wa’idh nampak begitu lihai menjelaskan sebuah masalah, padahal ia tidak mengetahui duduk perkaranya dalam syariat. Bila hal ini tidak dipahami, akan terjadi malpraktek dalam syariat, sebagaimana terjadi malpraktek dalam bidang medis.

Demikian pula, tidak semua orang yang ahli di bidang syariat itu pandai berceramah. Sama halnya dengan orang yang bergelar Prof. Dr. tapi ceramahnya kurang nikmat didengarkan. Boleh jadi orang yang mendengarkan kurang pengetahuan, sehingga tidak bisa nyambung dengan penjelasan yang disampaikan. Atau memang Bapak Profesor yang kurang bisa menyederhanakan materi sehingga tidak bisa diterima audiens secara gamblang.

loading...


Pencarian Ulama Pekerja Di Masa Depan

faqih artinya, apa yang di maksud panitra, definisi kontijensi, MASALAH GIZI DI TIMOR LESTE, maksud faqih, kumpulan khutbah jumat nahdlatul ulama, al faqih artinya, definisi wirausaha dan contohnya di bidang kerajinan, apa itu mengonversi menurut kbbi, sejarah munurut kbbi