Karakteristik Standar Kelulusan Kurikulum 2004

Karakteristik Standar Kelulusan Kurikulum 2004 – Pada periode tahun 2002 sampai 2004 Ebtanas digantikan namanya dengan Ujian Akhir Nasional (UAN) ditentukan oleh nilai mata pelajaran secara individual. Pada UAN 2003 standar kelulusan adalah 3.01 pada setiap mata pelajaran dan nilai rata-rata minimal 6.00. Pada saat itu soal ujian dibuat oleh Depdiknas dan pihak sekolah tidak dapat mengatrol nilai UAN. Para siswa yang tidak/belum lulus masih diberi kesempatan mengulang selang satu minggu sesudahnya. berikut ini adalah beberapa contoh Apa Saja Yang Menjadi Karakteristik Standar Kelulusan Pada Kurikulum 2004, 2005, 2006, 2007, 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2015.

Karakteristik Standar Kelulusan Kurikulum 2004 kelulusan siswa didapat berdasarkan nilai minimal pada setiap mata pelajaran 4.01 dan tidak ada nilai rata-rata minimal. Pada mulanya UAN 2004 ini tidak ada ujian ulang bagi yang tidak/belum lulus. Namun setelah mendapat masukan dari berbagai lapisan masayarakat, akhirnya diadakan ujian ulang.

Standar Kelulusan Ujian Akhir Nasional UAN Periode 2005 – 2012

Pada periode ini UAN diganti namanya menjadi Ujian Nasional (UN) dan standar kelulusan setiap tahun pun juga berbeda-beda. Pada UN 2005 minimal nilai untuk setiap mata pelajaran adalah 4.25. Pada UN 2005 ini para siswa yang belum lulus pada tahap I boleh mengikuti UN tahap II hanya untuk mata pelajaran yang belum lulus.

Karakteristik Standar Kelulusan Pada UN 2006 standar kelulusan minimal adalah 4.25 untuk tiap mata pelajaran yang diujikan dan rata-rata nilai harus lebih dari 4.50 dan tidak ada ujian ulang.

Pada Ujian Nasional UN 2007 ini tidak ada ujian ulang. Dan bagi yang tidak lulus disarankan untuk mengambil paket c untuk meneruskan pendidikan atau mengulang UN tahun depan. Pada UN 2008 mata pelajaran yang diujikan lebih banyak dari yang semula tiga, pada tahun ini menjadi enam.

Karakteristik Standar Kelulusan Kurikulum Pada Ujian Nasional 2009 standar untuk mencapai kelulusan, nilai rata-rata minimal 5.50 untuk seluruh mata pelajaran yang di-UN-kan, dengan nilai minimal 4.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4.25 untuk mata pelajaran lainnya.

Pada Ujian Nasional UN 2010 standar kelulusannya adalah, memiliki nilai rata-rata minimal 5.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4.0 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4.25 untuk mata pelajaran lainnya.Khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktek kejuruan minimal 7.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

Sementara itu Karakteristik Standar Kelulusan untuk tahun 2011 dan 2012 Nilai kelulusan siswa masih tetap yaitu 5,5. Begitu juga soal tetap dibagi dalam enam macam paket, yakni lima soal utama dan satu cadangan bila ada soal tak lengkap atau rusak.

Sistem baru Standar Kelulusan

Memasuki era menteri baru, Kemdikbud kembali meluncurkan kebijakan baru terkait sistem ujian akhir. Pada 2015, UN tidak lagi menjadi tolok ukur standar kelulusan siswa. Tidak ada yang tidak lulus sekolah karena UN. Kelulusan ditentukan oleh sekolah masing-masing. Jika ada yang dipandang belum pantas lulus, siswa yang bersangkutan akan tetap tinggal kelas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengajak semua pihak mengubah cara pandang terhadap UN. Sistem yang menguji kompetensi siswa itu tak sekadar soal nilai dan hasil kelulusan. Hal itu lebih bermanfaat sebagai alat ukur untuk peningkatan mutu pendidikan. Pelaksanaan UN dibenahi untuk meminimalkan praktik kecurangan agar hasilnya menggambarkan kemampuan peserta didik sebenarnya. Seiring dengan itu, UN tahun ini menjadi ajang percobaan pelaksanaan ujian daring dengan memanfaatkan komputer atau computer based test (CBT).

Untuk kebijakan sistem ujian akhir, Kemdikbud bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mematangkan konsep pelaksanaan UN, antara lain mengganti istilah UN menjadi evaluasi nasional (EN). Pengertian EN lebih luas daripada sekadar ujian dengan tujuan dapat menjadi umpan balik bagi penyelenggaraan pendidikan secara umum. EN berfungsi untuk seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, kecuali masuk perguruan tinggi.

Harapan yang disematkan adalah agar perubahan sistem ujian akhir termutakhir ini tidak kembali “merepotkan” masyarakat untuk memahami dan menyesuaikan dengan sistem baru. Dengan demikian, harapan atas hadirnya sistem pendidikan yang lebih mengayomi kepentingan rakyat sekaligus meraih tujuan membina insan Indonesia yang berilmu tinggi dan berakhlak mulia bisa semakin mendekati realita.

loading...


Pencarian Karakteristik Standar Kelulusan Kurikulum 2004

standar isi kurikulum 2004, karakteristik standar isi 2004, contoh soal rata rata harmonis, soal uts bhs sunda kls 5 sd semester 1, Karakteristik Standar Isi, kurikulum 2004 tentang karakteristik standar kelulusan, apa saja karakteristik dari globalisasi, sifat sifat kain flanel, soal ujian hukum tata ruang, karakteristik standar kelulusan ktsp, karateristik standar kelulusan, karakteristik standarkelulusan kurikulum, contoh soal tentang karakteristik yang dimiliki sosiolog, contoh soal psikotest level manager, karakteristik standar kelulusan 2013, karekteristik standar isi pada kurikulum 2004, Karakter standar kelulusan Kurikulum 2013, identifikasi karakteristik teks anekdot, karakteristik standar kelulusan kurikulum ktsp 2006, karakteristik standar KELULUSAN K13