Artikel Globalisasi dan Modernisasi

Artikel Globalisasi dan Modernisasi – Berikut ini beberapa contoh dan penjelasannya tentang globalisasi dan modernisasi, dan juga penjelasan tentang makalah modernisasi dan globalisasi

Bab I

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan zaman yang saat ini sudah maju tidak luput dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia. Penciptaan berbagai alat-alat dan berbagai macam produk yang dihasilkan oleh para tokoh pencipta mampu merubah kehidupan manusia dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang dapat menyambungkan kita keberbagai negara di dunia. Aktivitas ini dinamakan modernisasi ialah proses masyarakat menuju hidup yang masa kini atau modern selain modernisasi hal ini juga diperkuat dengan tindakan globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Pengertian Modernisasi?
1.2.2 Penegertian Globalisasi?
1.2.3 Dampak modernisasi dan globalisasi terhadap perubahan sosial dan budaya?
1.2.4 Respon masyarakat terhadap perubahan sosial budaya?
1.2.5 Modernisasi dalam pembangunan?
1.2.6 Tokoh-tokoh modrnisasi dan globalisasi?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk membekali calon mahasiswa calon pendidik agar bisa mengimplementasikan dan menyalurkan ilmunya tentang modernisasi dan globalisasi.
Bisa mengimbangi perkembangan zaman yang sekarang sudah semakin canggih dengan bekal-bekal yang sudah dipelajari sebelumnya dalam perkuliahan.

1.4 Sistematika Penulisan

Bab I:
Pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah apa saja yang akan dibahas dalam makalah ini, tujuan penulisan makalah ini untuk apa, serta sistematika penulisan makalah ini seperti apa saja dan bagaimana caranya. Bab I ini sebagai pengantar untuk memahami dan mempelajari makalah ini.

Bab II:
Dalam bab II ini berisi tentang penjabaran dan pemjelasan yang ada dalam rumusan masalah balam bab I yaitu pengertian modernisasi, pengertian globalisasi, dampak modernisasi dan globalisasi terhadap perubahan sosial danbudaya, respon masyarakat terhadap perubahan sosial budaya, modenisasi dalam pembangunan, tokoh-tokoh modernisasi dan globalisasi serta isu yang menyangkut tema modernisasi masyarakat dan globalisasi.

Bab III:
Bab III ini merupakan bab yang terakhir dalam pembuatan makalah ini isinya tentang kesimpulan dan saran yang kami sampaikan.

 

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Modernisasi

Modernisasi berasal dari kata modern yang berarti maju, modernity atau modernitas yang diartikan sebagai nilai-nilai yang berlakunya dalam aspek ruang, waktu dan kelompok sosialnya lebih luas atau universal.
Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Modernisasi menunjukan suatu proses dari serangkaian upaya untuk menuju atau menciptakan nilai-nilai (fisik, material dan sosial) yang bersifat atau berkualifikasi universal, rasional dan fungsional.

Pengertian modernisasi menurut pendapat para ahli:

  1. Widjojo Nitisastro modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, kearah pola-pola ekonomis dan politis.
  2. Soerjono Soekanto modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. (dalam buku sosiologi:suatu pengantar, dalam buku ajar individu dan masyarakat).

Berikut ini sejumlah sosiolog mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian modernisasi.

  1. Astrid S. Susanto modernisasi adalah suatu proses pembangunan yang memberikan kesempatan kearah perubahan demi kemajuan.
  2. J.W. Schoorl modernisasi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah pada semua kegiatan, bidang kehidupan dan aspek kegiatan.
  3. Koentjaraningrat modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.
  4. Wilbert E. Moore modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama, dari yang tradisional kearah pola-pola negara barat yang telah stabil.

Dengan dasar pengertian diatas maka secara garis besar istilah modern mencangkup pengertian sebagai berikut:

  1. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya taraf penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
  2. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat.

Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut.

  1. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
  2. Sistem admisnistrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
  3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
  4. Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
  5. Tingkat organisasi yang tinggi yang disatu pihak berati disiplin, sedangkan dilain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
  6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.

Ciri masyarakat modern, modernisasi dapat terwujud apabila masyarakatnya memiliki individu yang mempunyai sikap modern, menurut Alex Inkeres, terdapat 9 ciri manusia modern cirinya sebagai berikut :

  1. Memiliki sikap hidup yang menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan.
  2. Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh diluar lingkungannya serta dapat bersikap demoktratis.
  3. Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan dari pada kemasa lalu.
  4. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
  5. Percaya diri.
  6. Perhitungan.
  7. Menghargai harkat hidup manusia lain.
  8. Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
  9. Menjungjung tinggi suatu sikap dimana imbalan yang diterima seseorang haruslah sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat.

2.2 Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. khususnya,globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia.Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi.Globalisasi terjadi karena faktor- faktor nilai budaya luar,seperti:

  1. selalu meningkatkan pengetahuan
  2. patuh hukum
  3. kemandirian
  4. keterbukaan
  5. rasionalisasi
  6. etos kerja
  7. kemampuan memprediksi
  8. efisiensi dan produktivitas
  9. keberanian bersaing dan
  10. manajemen resiko

Globalisasi terjadi melalui beberapa saluran, diantaranya:

  1. Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan
  2. Lembaga keagamaan
  3. Industri internasional dan lembaga perdagangan
  4. Wisata mancanegara
  5. Saluran komikasi dan telekomunikasi internasional
  6. Lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional
  7. Lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler

Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti masyarakat muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun adapula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.

Unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Teknologi yang rumit dan mahal
  2. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi
  3. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat

Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Unsur yang mudah disesuaikan kebutuhan dan kondisi masyarakat
  2. Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat
  3. Pendidikan formal di sekolah

2.3 Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Perubahan Sosial dan Budaya

1. Dampak Positif
a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.

c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
d. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja manusia sebagai akibat bertambahnya pengetahuan,bertambahnya peralatan yang serba canggih dan bertambahnya jarak komunikasi manusia di dunia
e. Meningkatkan prokduktivitas kerja manusia
f. Meningkatnya volume ekspor
g. Tersediannya berbagai macam barang konsumsi
h. Meluasnya lapangan pekerjaan
i. Munculnya profesionalisme dan spesialisasi ketenagakerjaan
j. Lancarnya komunikasi antar individu maupun antarkelompok.dalam ruang lingkup dunia.
k. Lancarnya proses transaksi ekonomi antar Negara maupun antar benua.
2. Dampak Negatif
a. Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

b. Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

c. Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.

d. Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

e. Adanya perusakan alam dan pencemaran lingkungan
f. Adanya penurunan kualitas moral manusia (demoralisme)
g. Adanya keresahan sosial
h. Menurunya kemandirian dalam menghadapi masalah
i. Meningkatnya sikap egois dan materealis
j. Munculnya disorganisasi

Menurut robet mac iver ,perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat berakibat pada keseimbangan masyarakat sosial dapat mengakibatkan ketidak seimbangan sosial.hal ini karena dalam kenyataannya,unsure-unsur sosial dalam masyarakat tidak selalu bersifat adjustive (dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan.

k. Kenakalan remaja
kenakalan remaja (delinkuensi) adalah semua bentuk atktifitas remaja yang belum dewasa akan hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial terutama norma hukum kenakalan remaja merupakan suatu bentuk ketimpangan penanganan terhadap pendidikan anak akibat ketidak mampuan orang tua,lingkungan sekolah,dan lingkungan masyarakat.kenakalan remaja biasanya terjadi di kota-kota atau dimasyarakat yang telah mendapatkan pengaruh kehidupan kota.proses terjadinya melalui tahap sebagai berikut.

  • Sense of value yang kurang ditanamkan orang pleh orang tua karena ketidakmampuan ,ketidakmauan,atau tidak adanya kesempatan karena kesibukan.
  • Timbulnya organisasi-organisasi informal (klik atau geng) yang berprilaku menyimpang sehingga tidak di sukai oleh masyarakat.
  • Timbulnya upaya-upaya remaja untuk mengubah keadaan dan disesuaikan dengan keadaan dan disesuaikan dengan youth values.

2.4 Respon Masyarakat terhadap Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat, ada yang dapat menerima dan ada yang tidak dapat menerima. Masayarakat yang tidak dapat menerima perubahan biasanya masih memiliki pola pikir yang tradisional. Pola pikir masyarakat yang bisa menerima perubahan sosial budaya, dintaranya sebagai berikut :

  1. Bersifat sederhana
  2. Memiliki daya guna dan produktivitas rendah
  3. Bersifat tetap atau monoton
  4. Memiliki sifat irasional, yaitu tidak didasarkan pada pikiran tertentu.

Sedangkan perilaku masyarakat yang tidak bisa menerima perubahan sosial budaya, diantaranya sebagai berikut :

Perilaku masyarakat yang bersifat tertutup atau kurang membuka diri untuk berhubungan dengan masyarakat lain;

  1. Masih memegang teguh tradisi yang sudah ada;
  2. Takut terjadi kegoyahan dalam sususan/struktur masyarakat,jika terjadi integrasi kebudayaaan;
  3. Berpegang pada ideologinya dan beranggapan sesuatu yang baru bertentangn dengan ideologi masyarakat yang sudah ada.

Masyarakat tradisional cenderung sulit menerima budaya asing yang masuk ke lingkunganya,namun ada juga yang mudah menerima budaya asing dalam kehidupannya. Hal ini disebkan karena unsur budaya asing tersebut membawa kemudahan bagi kehidupanya. Pada umumnya , unsur budaya yang membawa perubahan sosial budaya dan mudah diterima masyarakat adalah, jika:

  1. Unsur kebudayaan tersebut membawa manfaat yang besar,
  2. Peralatan yang mudah dipakai dan memiliki manfaat,
  3. Unsur kebudayaan yang mudah menyesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut.

Unsur budaya yang tidak dapat diterima oleh masyarakat adalah:

  1. Unsur kebudayaan yang menyangkut sistem kepercayaan,
  2. Unsur kebudayaan yang dipelajari taraf pertama proses sosialisasi.

Sebaliknya, masyarakat modern yang memiliki pola pikir yang berbeda. Unsur yang terkandung dalam pola pikir yang berbeda. Unsur yang terkandung dalam pola pikir masyarakat modern adalah :

  1. Bersifat dinamis atau selalu berubah mengikuti perkembangan zaman,
  2. Berdasarkan akal pikiran manusia dan senantiasa mengembangkan efisiensi dan efektivitas,
  3. Tidak mengandalkan atau mengutamakan kebiasaan atau tradisi masyarakat.

2. 5 Modernisasi dalam pembangunan

Dalam buku Nurbayani dan iqbal (69:2010), pembangunan merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan terencana melalui berbagai macam kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Begitu juga Negara Indonesia dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat, didalamnya disebutkan tujuan pembangunan nasionalnya. Modernisasi merupakan teori yang dianut oleh bangsa Indonesia dalam program pembangunanya.

Modernisasi merupakan model pembangunan yang berkembang dengan pesat seiring dengan keberhasilan perang dunia kedua, Negara dunia ketiga juga tidak lepas dari sentuhan modernisasi Negara barat. Kegagalan modernisasi di Negara dunia ketiga menjadi sebuah pertanyaan besar, para ilmuawan menganggap modernisasi Negara dunia ketiga tidak ubahnya bentuk kolonialisasi gaya baru.

Dalam buku Nurbayani juga, Dube berpendapat ada tiga asumsi dasar konsep modernisasi yaitu ketiadaan semangat pembangunan harus dilakukan melalui pemecahan masalah kemanusiaan dan pemenuhan standar kehidupan yang layak, modernisasi membutuhkan usaha keras dari individu dan kerjasama dalam kelompok, kemampuan kerjasama dalam kelompok sangat dibutuhkan untuk menjalankan organisasi modern yang sangat kompleks dan organisasi kompleks membutuhkan perubahan kepribadian (sikap mental) serta perubahan pada struktur sosial dan tata nilai.

Menurut Dube , ciri manusia modern ditentukan oleh struktur, institusi, sikap, dan perubahan nilai pada pribadi, sosial, dan budaya. Sifat terpenting dalam modernisasi adalah rasionalitas, kemampuan berfikir secara rasional mampu menjelaskan segala gejala permasalahan sosial yang ada. Rasionalitas menjadi dasar dan karakter dalam hubungan antar individu dan pandangan masyarakat terhadap masa depan yang diidam-idamkan. Sedangkan ciri penting yang diungkapkan Schoorl yaitu konsep masyarakat yang plural yang diidentikan dengan masyarakat modern.

Learner dalam Dube (Nurbayani dan M Iqbal, (71:2010) menyatakan bahwa kepribadian modern dicirikan oleh:

1. Empati: kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
2. Mobilitas: kemampuan untuk melakuakn “gerak sosia” atau dengan kata lain kemampuan “beradaptasi”. Pada masyarakat modern sangat memungkinkan terdapat perubahan status dan peran atau peran ganda. System stratifikasi yang terbuka sangat memungkinkan individu untuk berpindah status.
3. Partisipasi: masyarakat modern sangat berbeda dengan masyarakat tradisional yang kurang memperhatikan partisipasi individunya. Pada masyarakat tradisional individu cenderung pasif pada keseluruhan proses sosial, sebaliknya pada masyarakat modern keaktifan individu sangat diperlukan sehingga dapat memunculkan gagasan baru dalam pengambilan keputusan.

Schoorl dan Dube memiliki perbedaan dalam masalah modernisasi. Schoorl cenderung optimis melihat modernisasi sebagai bentuk-bentuk teori pembangunan Negara dunia ketiga. Schoorl membela modernisasi karena dia menyatakan bahwa modernisasi lebih baik dari westernisasi, sedangkan Dube mengkritik modernisasi dengan mengungkapkan segala kelemahan-kelemahannya.

Diantara kelemahan modernisasi tersebut, yaitu:

  1. Modenisasi yang menggambarkan pada penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi pada organisasi modern tidak dapat diikuti oleh semua Negara.
  2. Tidak adanya indicator sosial pada modernisasi.
  3. Keterlibatan Negara berkembang diabaikan, konsep persamaan hak dan keadilan sosial antara Negara maju dan berkembang tidak menjadi sesuatu yang penting untuk dibicarakan.
  4. Modernisasi yang mendasarkan pada penggunaan iptek pada organisasi modern tidak dapat diikuti oleh semua Negara.
  5. Keberhasilan Negara barat dalam melakukan modernisasi disebabkan oleh kekuasaan kolonial yang mereka miliki sehingga mampu mengeruk SDA dari Negara berkembang dengan mudah dan murah.

Dube mengibaratkan modernisasi sebagai kolonialisme gaya baru dan Negara maju diibaratkan sebagai musang berbulu domba, Dube mengkritik modernisasi sebagai masukan untuk memperbaiki modernsasi.

1.6 Tokoh modenisasi dan Globalisasi

Dalam buku nurbayani dan M Iqbal (66:210), disebutkan bahwa modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern.

Modernisasi bermula dari terjadinya revolusi industry di Inggris yang pada mulanya para pekerja mengerjakan pekerjaannya dengan tangan beralih menggunakan mesin. Modernisasi ini ditandai dengan beberapa penemuan seperti mesin pemintal kapas yang ditemukan oleh James Hargreaves pada tahun 1767 dan diberi nama “Jenny”, mesin kerangka air oleh Richard Arkwight, dan ada lagi hasil penemuan-penemuan lainnya. Mesin-mesin yang ditemukan pada zaman tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, sehingga dari sana bermula munculnya pabrik-pabrik untuk menampung mesin-mesin tersebut.
Namun mesin yang ditemukan pada masa revolusi industry yang sangat familiar hingga saat ini adalah mesin uap yang ditemukan oleh James Watt pada tahun 1765

Kenadaraan pertama yang menggunakan mesin uap

Globalisasi adalah proses penyebaran unsure-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Terbentuknya globalisasi merupakan adanya salah satu kemajuan yang paling melesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Adanya globalisasi ini mampu mempermudah pekerjaan menjadi lebih instan dan hubungan komunikasi seperti hilangnya batas ruang dan waktu.

Adapun salah satu contoh penemuan yang menyangkut globalisasi adalah windows, yang sekarang sedang gencar-gencarnya digunakan dalam teknologi komputer. Windows ditemukan oleh William H Gates III atau yang sering kita dengar dengan sebutan Bill Gates. Windows sekarang ini telah menjadi perusahan microsoft raksasa yang merajai system perkomputeran dunia, karena hampir 80% komputer di dunia menggunaka teknologo system windows.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kata modernisasi berasal dari kata modern yang berarti maju dan modernity atau modernitas yaitu nilai-nilai yang berlaku dalam aspek ruang, waktu dan kelompok sosialnya lebih luas. Sehingga dapat menarik kesimpulan pengertian modenisasi ialah suatu proses kehidupan masyarakat yang bergerak dari pra moden menuju modern dalam berbagai bidang kehidupan diantaranya meningkatnya taraf kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Sedangkan pengertian globalisasi adalah penyebaran unsur-unsur baru khususnya informasi mendunia secara media cetak dan hampr semua aspek kehidupan masyarakat, dengan adanya globalisasi ini masyarakat tidak begitu saja menerimanya dengan baik ada sebagian masyarakat tidak menerima globalisasi tersebutcontohnya masyarakat suku badui dalam. Berikut ini adalah dampak modernisasi dan globalisasi terhadap perubahan sosial dan budaya.

Dampak positif:
– Perubahan tata nilai dan sikap
– Kemajuan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan
– Tingkat kehidupan yang lebih baik

Dampak pisitif:
– Pola hidup konsumtif
– Kenakalan remaja
– Terjadi kesenjangan sosial

Respon masyarakat terhadap masalah tersebut adalah ada yang menerima dengan biak umumnya masyarakat yang bisa menerima perubahan sosial budaya, sedangkan masyarakat tradisional sulit untuk menerimanya. Konten modernisasi dalam pembangunan ada beberapa ahli mengemukakannya berbeda-beda dan mereka berusaha memaparkannya dan meyakinkan masyarakat, tokoh modernisasi diantaranya Jamez Watt penemu mesinuap, tokoh globalisasi Bill Gates penemu Microsft Windows yang kini telah mendunia dan kebanyakan orang memakainya.



Pencarian Artikel Globalisasi dan Modernisasi

pengertian aspek sosial, definisi aspek sosial, pengertian konsep sosial, pengertian dunia taruna akmil, artikel pengertian aspek sosial, pengertian proses bersifat rasional, apa manfaat komunikasi komunikasi bagi pembangunan, dampak positif dan negatif pada kelompok negara maju, contoh interaksi sosial dimasyarakat, tugas sejarah manusia hidup dalam perubahan dan berkelanjutan, apa yg dimaksud dengan teknik potong sambung, arti unsur kebahasaan dalam teks deskripsi, poster tentang pentingnya tumbuhan bagi kehidupan, ide atau gagasanmu agar masyarakat menghargai pekerjaan sebagai petani, definisi ilmu budaya dasar, pengertian agama dan unsur-unsur pokoknya, contoh kebutuhan non fisik aspek budaya, defenisi negara maju adalah, contoh struktur sosial kaku, contoh makalah kusus kitab zabur